Corporate Value

Posted by: Forum Human Capital Indonesia | 09/08/2018 | Category: Knowledge | 5798 Views | Ratings: 2794

"The constant interaction between our environment and our meaning making is a vital part of knowledge creation” John Dewey

 

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan pamong (coach) saya, seorang eksekutif aktif di organisasi global; ngobrol bisnis, kehidupan, hingga hal yang personal. Saya mengagumi informalitas beliau dalam berinteraksi, caranya bertanya dan mendengarkan, gayanya memaparkan cerita, konsep, dan pengalaman, saya sangat beruntung dengan keluasan ilmu dan kedalaman pemahaman beliau tentang segala sesuatu, dan di sisi yang lain dia adalah pembelajar yang rendah hati yang mau belajar apa pun dari siapa pun.

 

Selepas sesi coaching, beliau berbagi tentang falsafah nilai-nilai organisasinya (corporate values) , terutama yang berkaitan dengan kepemimpinan, organisasi selayaknya sangat keras dalam menilai anggotanya berdasarkan values; in or out! Sedemikian kerasnya penanaman nilai-nilai itu, karena kalau seorang anggota tidak memiliki nilai-nilai perilaku yang selaras dengan nilai-nilai budaya organisasinya, hubungan anggota dan organisasi seharusnya diakhiri, karena kalau berlanjut bukan hanya organisasi yang rugi dan orang itu yang akan menderita, namun seluruh awak kapal satu organisasi akan terkena imbasnya; ketidaknyamanan, perselisihan, ketidakefektifan, ketertutupan, politik kantor semakin kuat, birokrasi, hingga yang paling fatal adalah ketidakpercayaan; baik ketidakpercayaan organisasi kepada anggotanya dan sebaliknya ketidakpercayaan anggota kepada organisasinya. Tinggal tunggu waktu organisasi akan tenggelam jika nahkoda dan awak kapalnya bersitegang bahkan berperang.

 

Corporate values adalah nyawa organisasi; bilamana tidak dihidupi oleh insan-insan organisasi, maka organisasi itu boleh jadi diisi oleh zombie, hidup tapi tak punya makna, bekerja sekadar bekerja, semua jadi transaksi jual beli, hanya zombie yang mau bekerja di organisasi zombie, yang masih merasa manusia hampir pasti cari organisasi yang masih punya jiwa.

 

Setiap organisasi punya corporate values, yang sengaja dibentuk ataupun tak sengaja terbentuk. Pertanyaannya seberapa peduli nahkoda pada awak kapal yang menghidupi nilai-nilai, dan seberapa tegas terhadap awak kapal yang memantati nilai-nilai. nilai-nilai sesederhana ‘right people in the bus, wrong people off the bus’ yang tidak menghayati dan mengamalkan nilai-nilai organisasi didorong mengundurkan diri atau diberhentikan saja, walaupun orang itu berkinerja tinggi, karena orang yang tidak menghidupi nilai organisasi biasanya adalah oportunis, virus, bahkan boleh disebut kanker yang perlu dibasmi sesegera mungkin sebelum menggerogoti jiwa organisasi dari dalam.

 

Selanjutnya beliau berbagi tentang nilai-nilai organisasinya yang di antaranya adalah:

  1. Keep Deliver The Result under Uncertainty: ngga ada alasan pasar sedang lesu, persaingan ketat, lanskap bisnis berubah, aturan terlalu ketat, target ketinggian, bla bla bla. Mereka yang banyak alasan itu memberikan jalan kepada yang siap menjawab tantangan saja
  2. Customer Determine Our Success: intinya pelangganlah yang menjaga keberlangsungan bisnis, jaga, dan peliharalah hubungan bisnis tanpa menggadaikan etika, integritas, aturan, dan hukum. Tidak mudah, kalau mudah ya anda ga usah kerja, mendingan nganggur aja.
  3. Learning Agility: knowing is the enemy of learning, biasanya orang yang sudah merasa tahu sulit sekali untuk belajar hal yang baru, kalimatnya biasanya ‘ini apa lagi sih?’ atau ‘kayaknya cara biasa yang udah terbukti’ atau ‘gue udah tau’. Padahal saat mereka memahami ilmu baru, detik berikutnya ilmu itu sudah kadaluwarsa. Mentalitas ini berbahaya karena menjadikan organisasi tidak mampu berinovasi. Sementara kata guru inovasi ‘Innovate or Die’. Orang yang kemauan belajarnya sudah mati itu tidak layak ada di dalam organisasi.
  4. Speed: Suka ngga suka, mau ngga mau, di luar sana bahasa bisnis adalah cepat, kalo ngga cepat mending ke laut aja. Lebih baik salah cepat dan perbaiki cepat, daripada benar (belum tentu juga benar) udah gitu lambretta alias lama kali. Bukan hanya cepat bekerja, tapi juga cepat berubah, belajar hal baru, cepat melepaskan paradigma lama. Yang lelet dipinggirin aja daripada bikin gerbong di belakangnya ikut lambat.
  5. Empower and Inspire Others: Inilah inti dari keberlanjutan organisasi. We are not in a business of making money, we are in a business of making people. People macam apa? Yang menghidupi nilai-nilai organisasi menjadi jiwa dan corsa. Bukan jenis manusia nyinyirun yang kritik kanan kiri, mengadu ke sana ke mari, hingga posting sosmed penuh caci maki, tapi ngga pernah berkaca dan refleksi diri. Empower berarti memberikan ruang pengharkatan bagi orang lain untuk berdaya; memberikan kesempatan mereka berbuat salah untuk belajar, melindungi mereka saat mereka tak berdaya. Inspire adalah memberikan contoh sekaligus menjadi diri apa adanya, yang ngga jaim atau bertopeng pura-pura, namun tetap memahami peran dan porsinya.

 

Jabat erat,

Triaji Prio Pratomo (Aji)

Dekan Akademi Kepemimpinan

dan Akademi Kapabilitas Masa Depan

BNI Corporate University

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share:


KATEGORI


POST POPULER

Alex Deni : Talent Management Practices

by: Forum Human Capital Indonesia | 07 August 2017

Human Capital 4.0

by: Forum Human Capital Indonesia | 23 October 2018

Antara Digital dan Integritas (Bagian 2 dari 2)

by: Forum Human Capital Indonesia | 15 November 2018

Transforming The Invisibles

by: Forum Human Capital Indonesia | 08 September 2018

BUMN University: Kawah Candradimuka Pemimpin BUMN

by: Forum Human Capital Indonesia | 31 May 2018

Pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi bidang HCM

by: Forum Human Capital Indonesia | 24 October 2018

Systems Thinking (Cognitive Agility series)

by: Forum Human Capital Indonesia | 17 September 2018

Empowerment in Leadership

by: Forum Human Capital Indonesia | 16 August 2018

Produktif atau Efektif

by: Forum Human Capital Indonesia | 06 December 2018

POST TERBARU

Belajar, Bertumbuh, dan Berkontribusi

by: Forum Human Capital Indonesia | 13 October 2020

Training Leader As A Coach

by: Forum Human Capital Indonesia | 19 May 2020

Learn How To Learn - State - 5 of 7

by: Danang Taufik Karunia | 14 November 2019

51 BUMN Gelar Perekrutan Bersama Khusus Putra/Putri Papua

by: Forum Human Capital Indonesia | 07 November 2019

Learn How To Learn - Forget - part 4 of 7

by: Forum Human Capital Indonesia | 06 November 2019

Learn How To Learn - Exercise (part 3 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 03 November 2019

Learn How To Learn - Believe (part 2 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 01 November 2019

Learn How To Learn - Introduction (part 1 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 31 October 2019