Empowerment in Leadership

Posted by: Forum Human Capital Indonesia | 16/08/2018 | Category: Special Events | 8852 Views | Ratings: 4236

Our greatest purpose as an empowered being to empower others,
is not about taking them to the place they desire to be
but rather inviting them to the inner place they already be
by emerging one’s awareness into wholeness
to give voice to the voiceless
and co-creating a space in the crowded mind and conversation
to present our attention in its purest intention

Gugatan mengenai kata leadership bukan pada sejarah leadership-nya, namun pada esensi penggunaannya dengan segala ekspektasi, konsepsi, dan argumentasi yang mengiringinya.

Tidak juga kemudian perlu ditawarkan substitusi dari kata leadership menjadi kata lain, karena tiap kata akan sama biasnya tergantung rasa, kapan, bagaimana, dan siapa yang menggunakannya; apalah itu stewardship, captainship, followership, dan lain-lain.

Narasi yang sebelumnya tersaji adalah sebuah penghantar bahwasanya terminologi leadership berawal dari konsepsi kolonial yang berkarakter pengendalian (commandment) yang kemudian berevolusi menjadi konsep pengelolaan (management) di jaman revolusi industri hingga menuju idealisme pemberdayaan (empowerment) seperti sekarang.

Konsep empowerment pun telah banyak ditelurkan oleh akademisi, praktisi, prakademisi, sampai obrolan di warung kopi bergengsi hingga warung kopi pinggir kali. Dan di tataran masing-masing rasanya ada kesamaan visi bahwasanya dalam pemberdayaan tidak perlu ada intimidasi layaknya pengendalian, tidak perlu ada transaksi seperti pengelolaan, nilai yang muncul dalam pemberdayaan adalah memfasilitasi dan memberikan ruang bagi energi untuk berbagi.

Arawana Hayashi dari Social Presencing Theatre menawarkan konsep leaderless movement, di mana komunitas yang memiliki intensi yang sama untuk saling belajar, saling membimbing, dan saling menggerakkan membentuk titik ungkit berupa trust untuk kemudian setiap orang saling terkoneksi menjadi sistem yang saling memperkaya, mendukung, dan melindungi secara inklusif, meraih juga mereka yang memiliki intensi selaras di luar lingkarannya untuk masuk menjadi bagian dari pergerakan ini.

Titik ungkit ini akan terjadi bilamana orang-orang di dalam sistem itu melepaskan diri dari penghakiman (judgment), kesangsian (cynicism), dan ketakutan (fear) yang terbentuk akibat ego-sentrisitas material keduniaan (uang, nama baik, persaingan, kewibawaan, dll).

Dengan trust yang telah terbentuk di dalam sistem, leaderless movement ini akan dengan sendirinya membangun kesadaran yang lebih tinggi (higher awareness) mengenai purpose, meaning, dan being a human being

Implementasi dalam keseharian sesederhana interaksi antar orang; bahwa segala sesuatu yang berlandas pada kepercayaan pada ujungnya kemungkinan besar akan menjadi sebuah keterhubungan yang bukan hanya produktif namun juga efektif dan konstruktif, dan rasanya belum ada metodologi kuantifikasi terhadap rasa percaya yang mengalir dalam keterhubungan antara manusia dengan manusia lainnya atau dengan organisasinya. Hanya dengan kemampuan merasa kita mampu melihat, makna yang lebih dalam dan mendasar di balik sekedar serentetan kata-kata.

“It is only with the heart that one can see rightly; what is essential is invisible to the eye.” – Antoine de Saint-Exupery, The Little Prince

<<bersambung lagi>> ?

Jabat erat,
Triaji Prio Pratomo
Dekan Akademi Kepemimpinan
dan Akademi Kapabilitas Masa Depan
BNI Corporate University

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share:


KATEGORI


POST POPULER

Antara Digital dan Integritas (Bagian 2 dari 2)

by: Forum Human Capital Indonesia | 15 November 2018

Human Capital 4.0

by: Forum Human Capital Indonesia | 23 October 2018

Transforming The Invisibles

by: Forum Human Capital Indonesia | 08 September 2018

BUMN University: Kawah Candradimuka Pemimpin BUMN

by: Forum Human Capital Indonesia | 31 May 2018

Systems Thinking (Cognitive Agility series)

by: Forum Human Capital Indonesia | 17 September 2018

Empowerment in Leadership

by: Forum Human Capital Indonesia | 16 August 2018

Pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi bidang HCM

by: Forum Human Capital Indonesia | 24 October 2018

Produktif atau Efektif

by: Forum Human Capital Indonesia | 06 December 2018

Senior Leader Engagement Program: Industri Pertambangan Indonesia Batch-3

by: Forum Human Capital Indonesia | 21 September 2018

POST TERBARU

Belajar, Bertumbuh, dan Berkontribusi

by: Forum Human Capital Indonesia | 13 October 2020

Training Leader As A Coach

by: Forum Human Capital Indonesia | 19 May 2020

Learn How To Learn - State - 5 of 7

by: Danang Taufik Karunia | 14 November 2019

51 BUMN Gelar Perekrutan Bersama Khusus Putra/Putri Papua

by: Forum Human Capital Indonesia | 07 November 2019

Learn How To Learn - Forget - part 4 of 7

by: Forum Human Capital Indonesia | 06 November 2019

Learn How To Learn - Exercise (part 3 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 03 November 2019

Learn How To Learn - Believe (part 2 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 01 November 2019

Learn How To Learn - Introduction (part 1 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 31 October 2019

PERSIAPAN PELUNCURAN PROGRAM PEREKRUTAN BERSAMA (PPB) BUMN DENGAN FHCI

by: Forum Human Capital Indonesia | 18 February 2019