Mati dalam Hidup, Hidup dalam Mati (Spiritualitas Kepemimpinan Nusantara)

Posted by: Forum Human Capital Indonesia | 16/11/2018 | Category: Knowledge | 3245 Views | Ratings: 2017

Pati Sak Jeroning Urip, Urip Sak Jeroning Pati

Bagaimana mengajarkan spiritualitas? Itu pertanyaan saya kepada diri saya sendiri ketika menyadari integritas bersumber dari spiritualitas. Integritas yang katanya doing the right thing when nobody is looking adalah pengejawantahan dari kesadaran spiritual yang tertanam kuat tentang kompas moral yang selalu dapat menunjukkan arah dengan tepat walau berat konsekuensinya.

Mengapa hal ini penting? Karena sejatinya setiap manusia memiliki kapasitas spiritual yang bernama nurani (cahaya hati), tetapi cahaya hati ini tertutupi oleh topeng ego berupa semat (kekayaan), pangkat (jabatan), derajat (status kemasyarakatan), dan keramat (kebanggaan/ kewibawaan). Topeng-topeng ini senantiasa mempengaruhi kompas moral integritas, yang biasa kita sebut sebagai bias.

Untuk mengupas dan melepas topeng-topeng ini, diperlukan sebuah proses, perjalanan spiritual katakanlah demikian, agar cahaya hati ini lepas terbebas dan berada di atas bias semat, pangkat, derajat, dan keramat, untuk kemudian mampu menjadi pandu pengambilan keputusan yang antara pikiran, perkataan, dan perbuatan saling menyelaras.

Spiritualitas adalah ranah yang paradoks, perjalanan menuju pemahamannya tidak dapat diajarkan oleh siapa pun kecuali oleh dirinya sendiri (persis seperti definisi ‘integer’)°. Proses menemukenali potensi nurani ini dimulai dari menjadikan diri sendiri sebagai laboratorium hidup menelusuri batas tipis antara hidup dan mati, dimana tidak ada lagi pilihan kecuali pasrah, dan tiada lagi pengharapan kecuali berserah.

Kami mengujicoba sebuah pola pengembangan kepemimpinan bagi para ksatria muda BNI untuk mengalami sendiri berada di ambang batas antara hidup dan mati melalui aktifitas yang kontemplatif; menggantungkan hidup pada alat bantu pernapasan, tenggelam ke dalam lautan dingin dan kelam, yaitu scuba diving alias menyelam. Tidak juga harus menyelam, tetapi apa pun aktivitasnya yang menembus batas rasa ragu dan rasa takut sembari memberikan cukup ruang kontemplasi.

Di momen setelahnya, selepas semua peserta mengasah narasi spiritualnya masing masing, mereka mengakui di batas itu merasakan makna sesungguhnya pasrah dan berserah. Pasrah dan berserah bukan berarti menyerah, tetapi menyerahkan diri sepenuhnya pada Sang Maha Kuasa, bahwa tiada daya dan upaya kecuali atas kehendak-NYA, dan sekaligus mampu menempatkan diri dalam kehendak-NYA yaitu sadar penuh hadir utuh di setiap detik. Di titik itulah para musafir spiritual itu telah integral, mati dalam hidup, hidup dalam mati.

Mati dalam hidup adalah kesadaran di setiap helaan nafas, menyadari kita memiliki dua kapasitas, ego dan nurani, berupaya dalam setiap keadaan kesadaran itu kita memisahkan diri dari ego yang tak pernah netral, untuk kemudian kembali ke tuntunan nurani yang senantiasa sentral dan transendental

Hidup dalam mati bermakna bahwa segala tindakan dalam hidup yang kita ambil, disikapi dengan sikap seorang yang akan mati. Bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan.

Jabat erat,
Triaji Prio Pratomo
Dekan Akademi Kepemimpinan
dan Akademi Kapabilitas Masa Depan
BNI Corporate University

°Integer: nilai yang tak dapat dibagi kecuali oleh dirinya sendiri

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share:


KATEGORI


POST POPULER

Alex Deni : Talent Management Practices

by: Forum Human Capital Indonesia | 07 August 2017

Human Capital 4.0

by: Forum Human Capital Indonesia | 23 October 2018

Antara Digital dan Integritas (Bagian 2 dari 2)

by: Forum Human Capital Indonesia | 15 November 2018

Transforming The Invisibles

by: Forum Human Capital Indonesia | 08 September 2018

BUMN University: Kawah Candradimuka Pemimpin BUMN

by: Forum Human Capital Indonesia | 31 May 2018

Pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi bidang HCM

by: Forum Human Capital Indonesia | 24 October 2018

Systems Thinking (Cognitive Agility series)

by: Forum Human Capital Indonesia | 17 September 2018

Empowerment in Leadership

by: Forum Human Capital Indonesia | 16 August 2018

Produktif atau Efektif

by: Forum Human Capital Indonesia | 06 December 2018

POST TERBARU

THE 3rd INDONESIA HUMAN CAPITAL SUMMIT 2021

by: Forum Human Capital Indonesia | 18 November 2021

Belajar, Bertumbuh, dan Berkontribusi

by: Forum Human Capital Indonesia | 13 October 2020

Training Leader As A Coach

by: Forum Human Capital Indonesia | 19 May 2020

Learn How To Learn - State - 5 of 7

by: Danang Taufik Karunia | 14 November 2019

51 BUMN Gelar Perekrutan Bersama Khusus Putra/Putri Papua

by: Forum Human Capital Indonesia | 07 November 2019

Learn How To Learn - Forget - part 4 of 7

by: Forum Human Capital Indonesia | 06 November 2019

Learn How To Learn - Exercise (part 3 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 03 November 2019

Learn How To Learn - Believe (part 2 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 01 November 2019