Satisfaction – Engagement – Performance

Posted by: Forum Human Capital Indonesia | 14/12/2018 | Category: Knowledge | 7635 Views | Ratings: 3212

An employee can be satisfied with a job without being engaged in the job” Frederick Herzberg

Di dalam sebuah pertemuan yang membahas tentang Employee Engagement Survey (EES), guru saya Ki Ekatara Hiradeva (bukan nama sebenarnya) bertanya: ‘kita ini sedang ngukur kepuasan (satisfaction) atau kesetiaan (engagement)?’ Seisi ruangan terdiam, bukan karena kebingungan tetapi karena tersadarkan; kita di fungsi HC kadang (atau sering) membuat inovasi human capital untuk memuaskan keinginan (wants) yang sifatnya sementara dan tak akan pernah ada ujungnya, dibanding memenuhi kebutuhan (needs) yang jadi faktor pendorong kesehatan budaya, produktivitas, dan efektivitas kerja.

Kepuasan memang faktor penting untuk menjamin karyawan memiliki kenyamanan kerja, keamanan kerja, dan penghidupan yang layak untuk dirinya dan keluarganya, tetapi di titik tertentu ia menjadi faktor yang tidak akan pernah dapat dipuaskan. Di samping itu dalam riset-riset efektivitas organisasi; kepuasan tidak berkorelasi dengan kinerja. Misalnya menambah gaji mungkin akan meningkatkan kepuasan kerja tetapi sifatnya sementara dan tidak meningkatkan kinerja, serta tidak mempengaruhi kesetiaan.

Lalu apa yang meningkatkan kinerja? kinerja (produktivitas dan efektivitas dipengaruhi faktor motivasi, diantaranya kualitas kepemimpinan, pengalaman /experience kerja (kini penawaran karir vertikal mulai ditinggalkan), pengembangan dan kesempatan belajar (yang bukan sekedar pelatihan) termasuk di dalamnya coaching dan mentoring, keseimbangan kerja-hidup (kerja untuk hidup bukan hidup untuk kerja); ditambah dengan infrastruktur yaitu dukungan proses, teknologi, pola koordinasi organisasi, dan budaya eksekusi.

Bila organisasi mampu menawarkan pengalaman kerja yang menantang, menjadikan organisasi sebagai tempat terbaik untuk belajar dan berkembang, menjadi tempat yang menumbuhkan elemen intelektual, emosional, sosial, dan spiritual yang seimbang; maka hampir dapat dipastikan kinerja organisasi akan melampaui ekspektasi. Itu semua akan mampu diciptakan bila organisasi mampu memberdayakan para pemimpinnya menjadi human capital leader yang bukan hanya sekedar business manager.

Kalau kita perhatikan bagan nine-box karyawan kita, mungkin hampir semua sepakat bahwa mereka yang Hi-Po (High Potential) dan Hi-Per (High Performance) adalah aset-aset berharga organisasi. Yang perlu dicermati dalam konteks engagement survey adalah seberapa besar dalam kelompok Hi-Po dan Hi-Per kita yang turun motivasinya menjadi hanya engaged atau bahkan dis-engaged, dari yang sebelumnya highly engaged karena ia akan secara signifikan mempengaruhi ekosistem kerja dan kinerja organisasi di periode berikutnya.

Saya punya hipotesa, penurunan motivasi yang paling signifikan kemungkinan besar dipengaruhi faktor kepemimpinan. Dalam riset Gallup di tahun 2017, walaupun hasil exit interview perusahaan mengatakan 80% karyawan pergi karena mengejar gaji yang lebih tinggi, tetapi setelah diwawancarai kembali saat mereka sudah duduk di perusahaan yang baru; 79% dari mereka mengakui kalau mereka tidak meninggalkan pekerjaannya tetapi meninggalkan atasannya (employee doesn’t leave their company, they leave their boss).

Wajar Stephen Covey mengatakan “all begins with leadership, leadership is the root-cause of everything.” Sehingga berbicara engagement sejatinya berbicara kualitas kepemimpinan; pemimpin yang mampu menciptakan pengalaman kerja yang menantang, menjadikan organisasi sebagai tempat terbaik untuk belajar dan berkembang, menjadi tempat yang menumbuhkan elemen intelektual, emosional, sosial, dan spiritual yang seimbang, akan mampu menciptakan engagement yang kuat. Engagement yang kuat adalah faktor utama tingginya produktivitas, efektivitas, dan kreativitas kerja

Jabat erat,
Triaji Prio Pratomo
Dekan Akademi Kepemimpinan
dan Akademi Kapabilitas Masa Depan
BNI Corporate University

Sumber: https://goo.gl/ZH5asn

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share:


KATEGORI


POST POPULER

Alex Deni : Talent Management Practices

by: Forum Human Capital Indonesia | 07 August 2017

Human Capital 4.0

by: Forum Human Capital Indonesia | 23 October 2018

Antara Digital dan Integritas (Bagian 2 dari 2)

by: Forum Human Capital Indonesia | 15 November 2018

Transforming The Invisibles

by: Forum Human Capital Indonesia | 08 September 2018

BUMN University: Kawah Candradimuka Pemimpin BUMN

by: Forum Human Capital Indonesia | 31 May 2018

Pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi bidang HCM

by: Forum Human Capital Indonesia | 24 October 2018

Systems Thinking (Cognitive Agility series)

by: Forum Human Capital Indonesia | 17 September 2018

Empowerment in Leadership

by: Forum Human Capital Indonesia | 16 August 2018

Produktif atau Efektif

by: Forum Human Capital Indonesia | 06 December 2018

POST TERBARU

THE 3rd INDONESIA HUMAN CAPITAL SUMMIT 2021

by: Forum Human Capital Indonesia | 18 November 2021

Belajar, Bertumbuh, dan Berkontribusi

by: Forum Human Capital Indonesia | 13 October 2020

Training Leader As A Coach

by: Forum Human Capital Indonesia | 19 May 2020

Learn How To Learn - State - 5 of 7

by: Danang Taufik Karunia | 14 November 2019

51 BUMN Gelar Perekrutan Bersama Khusus Putra/Putri Papua

by: Forum Human Capital Indonesia | 07 November 2019

Learn How To Learn - Forget - part 4 of 7

by: Forum Human Capital Indonesia | 06 November 2019

Learn How To Learn - Exercise (part 3 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 03 November 2019

Learn How To Learn - Believe (part 2 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 01 November 2019