Learn How To Learn - Forget - part 4 of 7

Posted by: Danang Taufik Karunia | 06/11/2019 | Category: Knowledge | 254 Views | Ratings: 191

Believe - Exercise - Forget - Active - State - Teach

"In the beginner's mind there are many possibilities, but in the expert's mind there are a few"  – Shunryu Suzuki

Otak manusia memiliki volume prefrontal cortex (PFC) sebesar 40% dari total keseluruhan otak, jauh lebih besar dari kerabat primata terdekatnya simpanse (17%). Volume PFC yang besar ini memungkinkan manusia mampu belajar beragam pengetahuan, keterampilan, dan mengingat banyak hal. Saat pengetahuan dan keterampilan ini telah menjadi kebiasaan, memori ini dipindah ke bagian lain dari otak dan menjadi auto-pilot yang membantu anda beraktivitas sehari-hari; mulai dari berjalan, makan, berkendara, bekerja, dll.

Anda mungkin ingat saat anda pertama kali naik sepeda atau belajar mengemudi mobil; emosi anda campur aduk antara takut, gugup, panik, stress, malu, tidak yakin, dan lain-lain. Namun jika keingintahuan anda lebih kuat dari ketakutan anda, maka anda akan terus belajar sesuatu yang tidak menyenangkan itu sampai anda akhirnya bisa bersepeda dan mengemudi mobil dengan baik.

Saat anda telah ahli menggowes sepeda atau berkendara, anda mungkin tak ingat lagi berapa kali anda bersepeda di akhir pekan, bahkan mungkin anda seringnya berkendara auto-pilot dari rumah ke kantor (atau sebaliknya) tiba-tiba anda baru sadar ketika sudah sampai di tujuan. Keahlian auto-pilot ini memudahkan anda menghemat energi dalam berpikir dan mengambil keputusan. Sayangnya mode auto-pilot ini mencegah anda untuk kreatif; sesederhana mencoba rute baru, karena alam bawah sadar anda telah merasa bisa dan merasa tahu. 

Merasa bisa adalah musuh utama menerima hal baru. Dan  belajar hal baru bisa saja membuat kita takut, gugup, panik, stress, malu, tidak yakin, dan sebagainya. Secara naluriah, alam bawah sadar manusia tidak ingin bahkan menghindari untuk 'merasa' apalagi 'terlihat' takut, gugup, panik, stress, malu, dan tidak yakin. Sehingga saat kita belajar, kita perlu menyadari ada pikiran, emosi, dan ego yang bermain di benak kita, lalu memberi ruang kepada rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini akan membantu anda melupakan (forget) 3 hal, agar anda dapat menyerap ilmu dengan cepat;

Lupakan jika anda sudah tahu, gelas yang penuh tak akan bisa diisi lagi, otak manusia seperti halnya parasut, ia hanya akan berfungsi saat terbuka. Terbuka lebar dan kosong untuk menerima kucuran ilmu. Saat anda sudah merasa tahu, telinga anda tertutup dan pikiran anda akan membandingkan apa yang anda tahu dengan ilmu baru. Saat anda terbajak pikiran yang 'sok tahu', kembalikan kesadaran anda untuk mendengarkan. 

Lupakan jika anda bisa multitasking, benar ada 2% dari total populasi manusia di dunia yang bisa multitasking, tetapi kebanyakan manusia tidak didesain untuk multitasking, sebaliknya kebanyakan manusia didesain untuk melakukan satu hal di satu waktu, singkirkan segala sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian anda. Jika saat anda sedang belajar lalu anda mengangkat telepon atau membalas WA, anda sebenarnya nyaris tidak belajar apa-apa. 

Lupakan keterbatasan anda, sama halnya dengan merasa bisa, merasa tidak bisa akan mencegah anda belajar hal baru. Jika anda tak sadar, rasa takut anda (gugup, panik, stress, malu, tidak yakin, dll) dapat mengalahkan rasa ingin tahu anda. Oleh karena itu penting untuk mengidentifikasi emosi-emosi ini agar anda tidak terbajak olehnya.

Jabat erat,
Aji

Pranala luar:
Neuroscience of Learning and Development - https://www.pageuppeople.com/wp-content/uploads/2012/06/Neuroscience-of-Learning-and-Development1.pdf

“The Neuroscience of Change: How to Train Your Brain to Create Better Habits” by Thomas Oppong https://link.medium.com/oQl9XjEto1

Apakah pendapat Anda tentang artikel ini?

Share:


KATEGORI


POST POPULER

Antara Digital dan Integritas (Bagian 2 dari 2)

by: Forum Human Capital Indonesia | 15 November 2018

Human Capital 4.0

by: Forum Human Capital Indonesia | 23 October 2018

Transforming The Invisibles

by: Forum Human Capital Indonesia | 08 September 2018

BUMN University: Kawah Candradimuka Pemimpin BUMN

by: Forum Human Capital Indonesia | 31 May 2018

Systems Thinking (Cognitive Agility series)

by: Forum Human Capital Indonesia | 17 September 2018

Empowerment in Leadership

by: Forum Human Capital Indonesia | 16 August 2018

Produktif atau Efektif

by: Forum Human Capital Indonesia | 06 December 2018

Pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi bidang HCM

by: Forum Human Capital Indonesia | 24 October 2018

Senior Leader Engagement Program: Industri Pertambangan Indonesia Batch-3

by: Forum Human Capital Indonesia | 21 September 2018

POST TERBARU

Training Leader As A Coach

by: Forum Human Capital Indonesia | 19 May 2020

Learn How To Learn - State - 5 of 7

by: Danang Taufik Karunia | 14 November 2019

51 BUMN Gelar Perekrutan Bersama Khusus Putra/Putri Papua

by: Forum Human Capital Indonesia | 07 November 2019

Learn How To Learn - Forget - part 4 of 7

by: Danang Taufik Karunia | 06 November 2019

Learn How To Learn - Exercise (part 3 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 03 November 2019

Learn How To Learn - Believe (part 2 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 01 November 2019

Learn How To Learn - Introduction (part 1 of 7)

by: Forum Human Capital Indonesia | 31 October 2019

PERSIAPAN PELUNCURAN PROGRAM PEREKRUTAN BERSAMA (PPB) BUMN DENGAN FHCI

by: Forum Human Capital Indonesia | 18 February 2019